Advertising

SELAMAT DATANG DI BLOG SMK NEGERI 1 KUOK

Minggu, 15 Desember 2019

Kepsek SMKN 1 Kuok hadiri Konferensi PGRI XV Provinsi Riau

Pekanbaru - Nurnaningsih,  M. Pd,  Kepala SMKN 1 KUOK  ikut menghadiri konferensi PGRI  XV provinsi Riau  yang berlangsung  di hotel Ameera , Pekanbaru,  (13-15/12).
Disamping itu,  juga didampingi sejumlah pengurus PGRI Kab Kampar.

Pada Acara pembukaan yang juga dihadiri langsung  Gubernur Riau,  Syamsuar,  M. Si. Dalam sambutannya menyatakan keberadaan guru dalam memajukan pendidikan sangat vital, karena itu guru berinovasi dan jangan ketinggalan  dengan kemajuan teknologi saat ini.
Konferensi ini dilaksanakan untuk memilih ketua PGRI Provinsi Riau.
Untuk itulah Syamsuar berharap para peserta dapat memilih yang terbaik,  demi kemajuan PGRI Provinsi Riau.
Pada  konferensi ini,  Dr. M. Syafii terpilih sebagai ketua PGRI Riau setelah mengalahkan calon lainnya,  diantaranya,  H. Baharuddin dan Devi Warman. (nan **/wakahumas)

Minggu, 10 November 2019

SMKN 1 Kuok kunjungi Rumah Madu WILBI

Kuok - Proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Belajar di luar sekolah merupakan salah satu upaya terciptanya suasana yang baru. Pembelajaran seperti ini juga terhindar dari kejenuhan,  kebosanan. Pembelajaran  di luar sekolah  lebih membuka cakrawala  dan bisa saling berinteraksi.
Siswa beserta sejumlah guru  SMKN 1 Kuok  melaksanakan kunjungan belajar ke lapangan ( FIeld Trip) ke rumah madu CV WILBI, Senin ( 11/11) di Sungai Maki , Kecamatan Kuok.

Kedatangan siswa tersebut,  disambut langsung oleh direktur CV  WILBI, Drs Purnomo, dan didampingi seluruh karyawan rumah madu Wilbi.  Kegiatan ini juga diikuti kepala sekolah, Nurnaningsih,  M. Pd.

Kegiatan belajar (field trip)  ini  dengan tema kewirausahaaam dan bagaimana menjadi seorang entrepreneur,  yang disampaikan oleh Firdaus,  taff marketing CV WILBI. l pembukaan,  pihak SMKN 1 Kuok diwakili kepala Sekolah,  Nurnaningsih, M. Pd, Menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada pihak rumah madu CV WILBI yang telah menerima siswa SMKN 1 KUOK, dan mau berbagi ilmu.
Sementara itu,  Drs. Purnomo,  direktur CV WILBI menyampaikan bahwa pihaknya sangat senang dengan kedatangan siswa SMKN 1 Kuok,  dan bisa berbagi ilmu..
Seluruh Siswa mengikuti kegiatan ini dengan serius.

Untuk diketahui,  Cv Wilbi tidak hanya menjual madu,  tetapi juga memproduksi sabun yang bahannya dari madu.

Diakhir kegiatan,  pihak CV  WILBI  memberikan kesempatan kepada siswa SMKN 1 Kuok untuk melihat secara langsung proses produksi sabun madu di rumah madu tersebut.
 (  adnan/humas***)

Minggu, 03 November 2019

Kepsek Lantik Ketua OSIS SMKN 1 KUOK Periode 2019-2020

Kuok -Pasangan Rahmat Aridhallah,  siswa kelas XI ATR dan Maharani Novita Supit, siswa kelas XI APHP meraih suara terbanyak pada pemilihan ketua OSIS SMKN 1 Kuok,  yang dilaksanakan pada Rabu  (30/10), kemarin. Pada pelaksanaan pemilihan berjalan sukses dan lancar, yang diikuti seluruh civitas akademika SMKN 1 Kuok.

Kemudian rangkaian pelaksanaan PILKETOS ini dilanjutkan dengan Latihan Dasar Kepemimpinan siswa (LDKS) pada tanggal 1-3 November 2019. Pada LDKS ini,  diisi dengan penyampaian materi dari narasumber,  baik dari guru maupun dari alumni SMKN 1 Kuok. Menurut Asep Gunawan,  Pembina OSIS SMKN 1 KUOK,  acara ini bertujuan untuk persiapan mental dan kekompakan para pengurus OSIS yang baru,  tambahnya,  acara ini berjalan sukses dan lancar.

Pada hari ini,  Senin (4/11) diadakan acara pelantikan ketua dan seluruh pengurus OSIS masa periode 2019-2020 di halaman SMKN 1 Kuok.  Kepala Sekolah,  Nurnaningsih,  M. Pd,  melantik secara langsung disaksikan siswa dan majlis guru
 Acara ini  berjalan khitmad. Pada pelantikan tersebut,  beliau mengatakan bahwa OSIS mempunyai peranan penting dalam memajukan sekolah. Baik bidang akademis maupun non akademis. ( adnan /wakahumas ***)

Selasa, 29 Oktober 2019

SMKN 1 Kuok Gelar Pemilihan ketua OSIS


Kuok  - Setelah berakhirnya masa kepemimpinan Pengurus OSIS Uswatun Hasanah SMKN 1 Kuok, maka padahari ini  Rabu,  30 Oktober 2019, SMKN 1 Kuok melaksanakan pemilihan  pemilihan ketua OSIS yang baru.
"Pemilu " ini merupakan pembelajaran politik ditingkat sekolah.  Sistem pelaksanaannya mirip dengan pemilu yang sesungguhnya.

Pemilihan ketua Osis ( PILKATOS)  dilaksanakan oleh panitia dari OSIS dibawah  binaan pembina Osis  SMKN 1 Kuok,  Asef Gunawan,  S. Pd. Panitia menyiapkan 3 TPS untuk pencoblosan kertas suara.  Seluruh pemilih terdiri dari civitas akademika SMKN 1 KUOK.

Pada pemilihan ini, bertarung dua calon ketua Osis. Sebagai calon ketua OSIS nomor Urut 1 pasangan Edi dan Rani. Sementara calon ketua OSIS nomor urut 2, Khoir dan Arif.

Kepala Sekolah,  Nurnaningsih,  M. Pd. Ikut langsung menyalurkan apirasi pada pilkatos ini, dan siswa seluruh majlis guru.  Beliau mengatakan,  ini merupakan pembelajaran politik dan praktik demokrasi secara langsung.  Dia juga berharap semoga ketua OSIS yang terpilih bisa menjalin kerjasama dengan sekolah,  baik dibidang akademis maupun non akademis. Dan dia mengajak seluruh siswa berpartisipasi pada pilkatos ini.  ( adnan *humas)



Senin, 14 Oktober 2019

SMKN 1 Kuok Borong Piala pada ajang KSC IV

KUOK -  SMKN 1 KUOK  merahi 7 (Tujuh) Tropy pada perkemahan Kuok ScoutmenshipCampIV tahun 2019 di Lapangan Kantor Camat kuok (11 - 13 Oktober 2019).
Acara perkemahan ini diikuti seluruh sekolah Dasar,  SMP, dan SMA sederajat di Kecamatan Kuok. 
Pada kegiatan tersebut dilaksanakan berbagai lomba,  untuk bahan evaluasi bagi tiap tiap sekolah. Dan SMKN 1 Kuok berhasil memberikan prestasi yang luar biasa.  Adapun kategori lomba yang berhasil diraih SMKN 1 kuok,   Juara I (PBB), Juara I (Vocal Grub),  Juara I (Teknologi Tepat Guna), Juara I (Pentas Seni), Juara II (Naskah Usulan Kegiatan),  Juara II (Heiking), dan Juara III (Puisi). SMKN 1 Kuok mengikuti seluruh cabang,  dibawah pembina Dili Sutri,  S. Pd dan Baihakki,  S. P. 

Kepala SMKN 1 Kuok,  Nurnaningsih, M. Pd,  mengapresiasi prestasi yang telah ditorehkan anak didiknya, dan beliau berharap agar prestasi ini dapat ditingkatkan lagi,  minimal dipertahankan. (nan***/humas)

Rabu, 09 Oktober 2019

Sebuah Catatan Bersampena Bulan Bahasa 2019

SOPAN SANTUN BERBAHASA


Oleh : Adnan.S.Pd
Guru Bahasa Indonesia SMKN 1 KUOK

Pepatah mengatakan bahasa menunjukan bangsa, bahasa menunjukkan identitas kita. Namun sayang, secara pribadi saya prihatin dengan kebiasaan masyarakat kita sekarang ini yang cenderung kasar dalam berbahasa. Bahasa Indonesia yang susah payah disatukan visinya dalam Sumpah Pemuda sebagai bahasa pemersatu bangsa setelah berabad-abad bangsa ini terbelenggu dalam penjajahan, kini seolah luntur termakan waktu. Bukan Bahasa Indonesianya yang hilang tapi pemaknaan dalam pemakaian bahasa sebagai bahasa yang baik dan santun dalam kehidupan sehari-hari. Kita melihat, orang lebih suka menggunakan bahasa asing atau bahasa gaul yang cenderung tidak santun
Perubahan orientasi merupakan hal yang tak terelakkan di dalam era globalisai seperti sekarang ini. Orientasi itu akan menimbulkan pula kontak bahasa ragam lisan sehingga percepatan perkembangan bahasa Indonesia akan banyak diwarnai oleh peristiwa kontak bahasa tersebut. Di samping itu, bahasa Indonesia tidak boleh kehilangan fungsi dan lambang sebagai identitas nasional. Masalah kebahasaan tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat pendukungnya..
BAHASA menunjukkan cerminan pribadi seseorang. Karakter,watak, atau pribadi seseorang dapat diidentifikasi dari perkataanyang ia ucapkan. Penggunaan bahasa yang lemah lembut, sopan,santun, sistematis, teratur, jelas, dan lugas mencerminkan pribadi  penuturnya berbudi. Sebaliknya, melalui penggunaan bahasa yang sarkasme, menghujat, memaki, memfitnah, mendiskreditkan,memprovokasi, mengejek, atau melecehkan, akan mencitrakan pribadi yang tak berbudi.
Ironisnya, eksistensi dan besarnya alokasi jam pelajaran bahasa Indonesia di sekolah saat ini belum memberikan kontribusi dan korelasi yang berarti terhadap tumbuhnya kesadaran penggunaan bahasa secara verbal yang lemah lembut, santun, sopan,sistematis, teratur, mudah dipahami, dan lugas. Pelajaran tersebut harus diakui belum mampu membangun nilai-nilai estetika dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mungkin salah satunya disebabkan pembelajarannya masih bersifat kurang komunikatif, dikotomis,artifisial, verbalistis, dan kognitif.
Momentum Idu lfitri beberapa waktu lalu yang melambangkan kesucian hati dan peringatan Bulan Bahasa yang dilakukan tiap bulan Oktober ini seyogianya dapat menggugah kesadaran berbahasa dengan sopan dan santun. Bagi dunia pendidikan, pembelajaran bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa lainnya diharapkan mampu menginternalisaikan dan mengartikulasikan nilai-nilai etika berbahasa dalam perilaku verbal kita sehari-hari. Pusat Bahasa yang berotoritas membina dan mengembangkan bahasa hendaknya lebih berperan nyata lagi dalam mendorongmasyarakat menggunakan bahasa Indonesia yang santun.Lembaga ini jangan hanya berkutat pada riset-riset dan pembakuan bahasa yang hanya menjadi "menara gading" bagi masyarakat.
Sopan santun berbahasa dalam kegiatan proses belajar juga merupakan salah satu tuntutan pendidikan karakter bangsa, tidak hanya kepada peserta didik, juga termasuk guru dan seluruh komponen yang ada di sekolah tersebut.  Sebagai seorang guru, hendaknya kita selalu memperhatikan bahasa-bahasa yang digunakan baik ketika belajar dan di luar sekolah. Mungkin ini (tidak termasuk semua guru), ketika sedang memarahi siswa atau sedang emosi selalu mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak boleh diucapkan didepan siswa. Sehingga kata-kata “ nama hewan, bebal, bodoh kamu,dasar tak punya otak “ dan kata-kata lain tidak keluar lagi dari mulut seorang guru. Memang tidak bisa dipungkiri, kadang kita terbawa arus emosi sesaat. Begitu juga dengan siswa, kadang ada siswa yang memberikan gelar kepada gurunya, saling mengejek dengan sesama teman dan contoh lainnya.
Alangkah damainya hidup ini, apabila kita tetap menjaga sopan santun berbahasa, sehingga tidak terdengar lagi kata-kata yang tidak sopan, mengejek, memaki dan sebagainya.
Karena bahasa mencerminkan pencitraan pribadi, jati diri bangsa,dan keselamatan hidupnya, sejatinya pemimpin bangsa, elite politik, masyarakat, dan setiap diri berupaya menggunakan bahasa dengan sopan, santun, dan beradab.
Pengguna bahasa Indonesia sebenarnya jauh lebih besar dari  bahasa Perancis atau bahasa Arab, tapi dalam forum internasional Bahasa Indonesia atau Melayu belum diakui sebagai bahasa resmi PBB. Jadi mari kita jadi pergunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, jangan malu untuk menggunakannya di manapun. JS Badudu pernah mengatakan, “Hendaknya kita tunjukkan bila kita menggunakan bahasa kita sendiri agar bahasa kita tumbuh menjadi bahasa yang teratur dan mantap.”
Sekaranglah saat yang tepat untuk mengkampanyekan kembali sopan santun berbahasa, baik dalam media elektronik, media cetak atau dalam kehidupan seharihari. Bukankah lebih bijak  mengambil
manfaat yang baik daripada sesuatu yang tidak baik demi perbaikan kualitas anak bangsa ini. Kita harus memantapkan dan menggelorakan kembali semangat Sumpah Pemuda dengan menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.  ( ** dari berbagai sumber)

Senin, 16 September 2019

Puong Puong Alo " menasional" diajang FLS2N SMK 2019



 
Lampung - Kemendikbud melalui Direktorat pembinaan sekolah menengah atas ( PSMA) kembali menggelar Festival lomba seni siswa nasional  ( FLS2N).
FLS2N ke 11 ini dilaksanakan di Bandar Lampung (15-21 September 2019), dengan mengangkat tema menumbuhkembangkan seni , menguatkan karakter . Untuk jenjang SMA sederajat dengan tema bersama dalam seni.

SMKN 1 Kuok merupakan perwakilan dari Provinsi Riau, pada cabang seni musik tradisional.  SMKN 1 Kuok akan menampilkan " Puong Poung Alo "

Puong Puong Alo adalah sejenis sastra klasik yang ada di Kenagarian Kuok. Sastra Lisan yang berupa nyanyian dan diikuti gerakan permainan ini bersifat turun temurun yang berkembang dahulu kala. Puong puong alo ini juga bersifat anonim atau tidak dikenali siapa pengarang dan komunal atau milik umum.

Asep Gunawan,  pelatih seni musik SMKN 1 Kuok  mengatakan bahwa seni musik tradisional ini sengaja mengangkat tema puong puong alo , untuk memperkenalkan ke tingkat nasional. Agar masyarakat indonesia  bisa mengetahui keberadaan Puong Puong Alo. Dia juga berharap  agar tim SMKN 1 Kuok bisa menjadi yang terbaik pada ajang ini. Dan bisa mengharumkan nama Riau,  khususnya nama Kuok.

Tim SMKN 1 Kuok akan tampil pada hari ini  (selasa-red) tanggal 17 September 2019, di ball room hotel Golden Tulip, Bandar Lampung.

Sementara itu,  untuk memberikan dukungan,  kepala SMKN 1 kuok, Nurnaningsih hadir langsung untuk menonton penampilan anak asuhnya.
Beliau berharap dukungan masyarakat Riau,  dan Kuok khusus nya agar penampilan ini memberikan hasil yang maksimal. ( wakahumas /nan**)